Rabu, 16 November 2011

Bentuk Pendidikan Kependudukan Belum Jelas

BANDUNG, KOMPAS.com -- Kebutuhan akan materi kependudukan dan keluarga berencana dalam pendidikan mendesak. Ini mengingat jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 237,64 juta jiwa dan tingkat kelahiran 2,6 dengan pertumbuhan 1,49 persen per tahun.

Pendidikan kependudukan belum memasyarakat dan tidak mendapat perhatian pemerintah. Akibatnya, sampai sekarang bentuk pelaksanaan pendidikan kependudukan belum jelas.

Hal ini mengemuka dalam pertemuan koordinasi lintas sektor pelaksanaan program pendidikan kependudukan antara Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama, Rabu hingga Kamis (10/11/2011) di Bandung, Jawa Barat.

Implementasi pendidikan kependudukan dan KB diusulkan masuk kurikulum pendidikan dan kegiatan ekstrakurikuler mulai tahun ajaran baru mendatang. Harapannya, akan bisa mengubah pola pikir generasi muda. Meski masuk kurikulum, pendidikan kependudukan tidak menjadi mata pelajaran tersendiri.

Kepala Bidang Fasilitasi Sumberdaya Kemendikbud Dadang Sudarman mengatakan, implementasinya bisa berupa sinergitas program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Posyandu, atau Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah. "Di sekolah, bisa diintegrasikan dalam mata pelajaran, masuk sebagai muatan lokal, atau sebagai kegiatan pengembangan diri," kata Dadang.

Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Kemenag Dede Rosada menambahkan, pendidikan kependudukan bisa diterapkan juga di jenjang pendidikan tinggi sebagai mata kuliah umum dasar. "Ini bisa menjadi entry point masuknya pendidikan kependudukan di perndidikan tinggi. Atau bisa juga diselipkan melalui program di forum kerukunan umat beragama," kata Dede.

Sebelumnya, Rabu malam, BKKBN meluncurkan Gerakan Perilaku Hidup Berwawasan Kependudukan (PHBK) bekerja sama dengan Kemendikbud dan Kemenag. Keikutsertaan masyarakat untuk menjaga keseimbangan perkembangan penduduk dengan daya dukung lingkungan menjadi inti gerakan PHBK. "Kepedulian pada isu kependudukan ini harus menjadi gerakan kesadaran masyarakat," kata Kepala BKKBN Sugiri Syarief.

Isu kependudukan bukan hanya milik BKKBN tetapi seluruh masyarakat. Direktur Kependudukan BKKBN Lalu Burhan menekankan pentingnya semua pihak untuk berbagi tugas terutama dalam hal pendampingan pendidikan kependudukan. Upaya pendampingan dilakukan segera setelah pendidik mendapat pelatihan pendidikan kependudukan.

"Semua harus sharing baik tenaga maupun biaya karena BKKBN tidak bisa bekerja sendiri. Langkah awalnya guru dan dosen harus dilatih agar bisa dimengerti dan dipraktikkan siswa," kata Burhan.

Pil KB Pria akan Hadir di Indonesia

Sabtu, 05/11/2011 - 05:48 JAKARTA, (PRLM).- Alat kontrasepsi berupa pil keluarga berencana (KB) khusus untuk pria, sebentar lagi akan hadir di Indonesia. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama pihak terkait lainnya, saat ini tengah melakukan penelitian pil kontrasepsi hasil temuan dosen farmasi Universitas Airlangga tersebut.
“Hasil temuan pil kontrasepsi itu, belum lama ini juga telah dipresentasikan pada Konferensi Alat Kontrasepsi Baru di Seattle AS, 29 Oktober lalu. Kepala BKKBN telah mempersentasikan pil KB untuk pria ini sebagai inovasi Indonesia dalam menemukan obat kontrasepsi untuk pria,” kata Sekretaris Utama BKKBN Sudibyo Alimoeso belum lama ini.
Saat ini menurutnya, pil tersebut telah masuk dalam penelitian fase III. Bahkan kata dia, sudah ada produsen yang berminat untuk memproduksinya. Dengan hadirnya Pil KB buat pria ini kata dia, diharapkan mampu merontokkan egoisme pria jika bicara tentang alat kontrasepsi. Namun kini masih tetap dalam tahap uji klinis.
Sebelumnya, Kepala BKKBN Sugiri Syarief menjelaskan, pil yang berbahan dasar ekstrak tanaman Gandarusa itu, tengah dalam tahap uji klinis. Serta siap diproduksi massal dan diedarkan kepada masyarakat pada akhir 2011. Alat kontrasepsi temuan dosen farmasi Universitas Airlangga, Bambang Prajogo itu pun telah diujicobakan kepada 300 pria sebagai sampel.
Gandarusa atau biasa disebut daun rusa dengan nama latin, Justicia gendarussa Burm merupakan semak tropis yang biasa dijumpai di pekarangan rumah, baik sendiri atau sebagai pagar hidup. Tumbuhan ini mudah tumbuh dan dapat diperbanyak dengan stek.
Khasiat pengobatan Gandarusa memiliki efek analgetik, diuretik, dan antispermatozoa. Daunnya mengandung alkaloid yang berpotensi racun bagi manusia. Tumbuhan ini konon digunakan sebagai alat kontrasepsi pria oleh beberapa penduduk lokal Pulau Papua.
Hasil penelitian di Unair menunjukkan ekstrak daun gandarusa mampu melemahkan sel sperma pria secara periodik. Artinya, pil tersebut aman karena tidak memandulkan pria secara permanen. (A-26/kominfo).***
Sumber:
Pikiran Rakyat

Tingkatkan Akseptor KB, BKKBN Tak Sendirian

Oke Zone-KEPALA Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief mengatakan, jumlah akseptor program Keluarga Berencana (KB) semakin meningkat bahkan sudah mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan.

"Melihat hasil laporan rutin dari BKKBN, keluarga yang menjadi peserta program KB (akseptor KB-red) meningkat. Dari awal tahun ini hingga September sudah mencapai 92 persen. Pada Agustus lalu, jumlahnya sempat menurun karena saat itu adalah bulan puasa," jelasnya Sugiri di Ruang Pers BKKBN, Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (14/11/2011).

Sugiri menegaskan akan meningkatkan jumlah akseptor pada 2012 mendatang. Peningkatan akseptor juga tidak dilakukan BKKBN sendirian, melainkan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Selama tiga tahun menjalin kerja sama dengan TNI, program BKKBN diakuinya mengalami kemajuan. Para anggota TNI yang berada di seluruh pelosok Indonesia berperan penting dalam memberikan penyuluhan tentang program KB ke masyarakat. Pendampingan TNI juga diharapkan semakin menyukseskan program KB yang dijalankan oleh BKKBN.

Pada 17 November mendatang, BKKBN bahkan berencana meluncurkan program penggarapan daerah terpencil di Ambon bersama TNI. Akan dibangun pula beberapa rumah sakit apung di wilayah tersebut.

Program kerja yang segera diselenggarakan juga akan melibatkan personel TNI yang tergabung dalam Armada Timur (Armatim) dan Armada Barat (Armabar). (ftr)

Nikah Usia Muda Penyebab Kanker Serviks


Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, menyarankan kaum muda untuk menghindari pernikahan usia dini guna menghindari kemungkinan terjadinya resiko kanker leher rahim (Kanker Serviks) pada pasangan istri.

Pernyatan itu disampaikan Kepala BKKBN dr Sugiri Syarief, MPA dalam kegiatan program KB Nasional yang berlangsung di Hotel Horizon, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis."Menikah terlalu muda bisa menjadi pemicu timbulnya kanker leher rahim, yang menjadi urutan pertama penyebab kematian diantara jenis-jenis kanker yang ada," katanya.

Menurut Syarief, Program Keluarga Berencana (KB) dan pencegahan kanker leher rahim berjalan seirama. Program KB memiliki tujuan untuk membatasi jumlah anak sekaligus memberikan pengetahuan bagaimana menjaga kesehatan reproduksi."Masyarakat disarankan memberi jarak kehamilan untuk memiliki anak. Selain itu juga penting untuk kaum ibu melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui bagaimana kondisi reproduksinya," katanya.

Berdasarkan data Ikatan Dokter Indonesia (IDI), kata dia, Penyebab kanker leher rahim 90 persen karena virus yang disebabkan oleh berbagai macam penyebab diantaranya, menikah muda, melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang berganti-ganti, dan perempuan perokok.

BKKBN, kata Sugiri Syarief, saat ini tengah menggalakkan program KB pada pasangan usia subur, utamanya yang baru menikah agar mengetahui apa fungsi keluarga. Sehingga, program KB tidak hanya bersifat konsultasi mengenai alat kontrasepsi, dan kegiatan reproduksi tetapi lebih bersifat penanaman budaya untuk generasi muda tentang betapa pentingnya keluarga dan manfaat KB.

"Kami telah melakukan kerjasama dengan Departemen Agama untuk menyiapkan buku panduan pranikah. Semua materi substansi yang berkaitan dengan pembangunan keluarga akan dimasukan di buku panduan tersebut. Isi buku panduan diajarkan kepada calon pasangan pengantin sewaktu belum nikah," ujar Sugiri Syarief.

Ditambahkan Sugiri Syarif, selama tahun 2009, pihaknya telah menjalankan sejumlah program kesehatan reproduksi remaja diantaranya, pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR)."Program PIK-KRR merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, sikap, dan prilaku positif remaja tentang kesehatan dan hak-hak reproduksi, serta meningkatkan drajat reproduksinya. Ke depan kami berharap seluruh Kecamatan di Indonesia akan memiliki program tersebut," katanya.ant/kpo
Komentar
Program KB memang sarat dengan kepentingan duniawi sehingga kepentingan ukhrawi (baca perintah Tuhan) bila perlu diabaikan atau dilanggar. Contohnya: Islam menyuruh umatnya untuk punya anak sebanyak-banyaknya, sedangkan BKKBN menganjurkan 2 orang anak saja. Nabi menikahi Aisyah ketika dia baru berumur 9 tahun. Kalau itu terjadi sekarang di Indonesia pasti Nabi ditahan seperti Mbah Puji karena melanggar UU Perlindungan Anak. Saya sendiri dan isteri saya menikah ketika masih sama-sama umur 21 tahun, dan dikaruniai 7 orang anak dan semuanya tamatan perguruan tinggi. Walau umur saya sekarang sudah hampir masuk kepala 7, saya masih berani naik motor. Artinya sehat-sehat saja. Isteri saya pun hingga sekarang tidak pernah menderita penyakit seperti dinyatakan kepala BKKBN itu, masih dapat mengerjakan sendiri semua pekerjaan rumah tanpa bantuan PRT. Pergi jauh sendirian pun berani. Artinya sehat-sahat saja. Berhati-hatilah dalam mengemukakan pendapat. Sesuatu yang bersifat kasuistik jangan dijadikan alasan (apalagi satu-satunya alasan) untuk menjeneralisasi bahwa perkawinan pada usia muda selalu menimbulkan penyakit kanker leher rahim. Pak dokter yang kepala BKKBN saya sarankan untuk membaca disertasi Dr. Ahmad Ramali, tentang Peraturan Syari'ah mengenai Kesehatan, doktor pertama alumni FK UGM, dan buku Birth Control, karya Abul A'la Maududi, edisi Inggris (1980), agar anda tidak terjerumus dalam "konfrontasi" dengan Tuhan.
Ibnu SInah

CINTAILAH PEKERJAAN ANDA


CINTAILAH PEKERJAAN ANDA
H . L NERRY


BILA TIDAK MENYUKAI PEKERJAAN ANDA
ANDA MEMERLUKAN ENERGI  TIGA KALI LIPAT
UNTUK MEMAKSA DIRI ANDA BEKERJA
UNTUK MENAHAN PAKSAAN TERSEBUT DAN AKHIRNYA UNTUK BEKERJA
                                                                    
                                                  
                                                   BILA ANADA MENCINTAI PEKERJAAN ANDA
                                                   KEINGINAN ANDA UNTUK MELAKUKANNYA
                                                   ADALAH BAGAIKAN ANGIN BERHEMBUS
                                                   UNTUK MENGGERAKAN PERAHU ANDA
                                                   DENGAN LEBIH SEDIKIT BAHAN BAKAR



BILA ANDA MENYUKAI PEKERJAAN ANDA
ANDA TIDAK LAGI BEKERJA, KARENA BEKERJA PADA SAAT ANDA MENYUKAINYA
ADALAH BUKAN LAGI BEKERJA
NAMUN ADALAH KENIKMATAN SEMATA



BILA ANDA MENIKMATI PEKERJAAN ANDA
ANDA AKAN BEKERJA DAN BEKERJA TANPA MENGHITUNG JAMNYA DAN AKAN MENUAI SERTA MENIKMATI PENGHASILAN PULA.

MOTIVASI DALAM BEKERJA

§        Frederick Herzberg (1966) telah melakukan penelitian yg melibatkan lebih dari 200 org insinyur dan akuntan sebagai respondennya, utk mengetahui faktor2 apa yg menyebabkan mereka sangat senang dan tidak senang (frustasi) dlm hubungannya dgn pekerjaan mereka.
§        Teorinya dikenal yait, Teori Motivasi Dua Faktor

Herzberg berkesimpulan bahwa:

1.      Para pegawai menginginkan dan mengharapkan gaji yg memadai, jaminan pekerjaan dan kehidupan pribadi, kondisi kerja yg baik, status, dan kebijakan-kebijakan perusahaan dan perilaku administrasi yg bertanggung jawab.
2.      Apabila kebutuhan dasar ini tdk terpenuhi, maka para pegawai akan mencari peluang pekerjaan ke tempat lain, kemangkiran (absen) meningkat, hubungan kerja memburuk, munculnya sikap-sikap yg menderita, dan seterusnya.
3.      Menurut Herzberg, saat kebutuhan dasar itu tdk terpenuhi, para pegawai akan merasa tdk puas dan tdk dpt dimotivasi karena perhatian mereka tertuju pada pemenuhan kebutuhan dasar. Pemenuhan kebutuhan ini dpt meningkatkan kepuasan tetapi tdk meningkatkan produksi secara langsung.
4.      Kebutuhan motivasi dlm urutan yg lebih tinggi meliputi peluang-peluang pertumbuhan pribadi, pencapaian, penghargaan, kemajuan, tanggung jawab, dan kenyamanan kerja itu sendiri.
5.      Menurut Herzberg, utk memotivasi seorang pegawai, sebagai langkah awal, seorang manajer pertama-tama harus memenuhi atau sekurang-kurangnya memelihara kebutuhan dasar. Setelah hal ini terpenuhi, kebutuhan motivasi menjadi prioritas.
6.     Menurut Herzberg, para pegawai di seluruh dunia termotivasi oleh kebutuhan sifat dasar mereka sendiri utk berhasil dalam tugas-tugas yg menantang, bukan termotivasi oleh keuntungan yg lebih besar, simbol status baru, atau upah yg lebih tinggi. Jadi, penganekaragaman pekerjaan jelas perlu jika seseorang manajer akan memotivasi para pegawai.

Rekomendasi Herzberg, utk memberikan dorongan (motivasi) kerja, yaitu:
v          Setiap manajer hendaklah mengurangi pengendalian administrasi utk memelihara keadaan yg dpt meningkatkan kerja mereka.
v          Pemberian lebih byk kebebasan kerja, wewenang, dan tanggung jawab kepada pekerja.
v          Adanya pemberian tugas-tugas pekerjaan baru dan menantang para pegawai utk meningkatkan peluang agar mereka belajar dan berkembang;
v          Para manajer harus membantu para pegawai agar menjadi seseorang yg ahli dalam suatu pekerjaan tertentu sehingga akan meningkatkan rasa penghargaan, tanggung jawab dan perkembangan mereka.

Rabu, 26 Oktober 2011

Anak Laki-laki Juga Harus Divaksin HPV

Kompas.com - Vaksin HPV untuk mencegah human papillomavirus (HPV), penyebab utama kanker serviks pada wanita, disarankan juga diberikan kepada anak laki-laki. Keputusan itu secara bulat diambil oleh dewan komite untuk imunisasi Amerika Serikat (The Advisory Committee on Immunization Practices).
Keputusan tersebut dinilai publik berlebihan karena vaksin HPV sendiri belum populer dikalangan para remaja putri, apalagi jika direkomendasikan untuk anak laki-laki.
Di AS tercatat baru 49 persen remaja putri yang mendapat satu dari tiga kali suntikan HPV yang disarankan. Hanya sepertiga remaja yang mendapatkan vaksin secara lengkap.
Dewan komite mengatakan, sedikitnya remaja putri yang divaksin HPV semakin meningkatkan perlunya dicari cara baru untuk mencegah kanker ini. Para pakar menyatakan kunci yang utama adalah melakukan vaksinasi secara rutin pada anak laki-laki untuk mencegah penyebaran virus HPV melalui hubungan seksual.
Dalam pelaksanaannya, vaksin HPV yang baru diperkenalkan sejak tahun 2006 ini banyak mendapat hambatan. Sebagian orangtua tidak yakin akan keamanan vaksin ini, terutama pada produk baru. Banyak pula orangtua yang tak ingin berpikir anak perempuan mereka akan melakukan hubungan seks, atau mereka juga tak mau vaksin ini menjadi alasan bagi remaja untuk bebas melakukan seks.
Diperkirakan 75-80 persen pria dan wanita terinfeksi HPV selama hidupnya, tetapi kebanyakan tidak berkembang menjadi gejala penyakit atau menyebabkan penyakit. Beberapa jenis infeksi memicu kutil kelamin, kanker serviks dan jenis kanker lain, termasuk kanker kepala dan leher.
Vaksin HPV disetujui para pakar untuk diberikan pada anak laki-laki dan perempuan usia 9-26 tahun. Dewan komite juga merekomendasikan anak laki-laki usia 13-21 divaksinasi.
Keputusan yang diambil dewan komite itu juga dilandasi bukti ilmiah yang menyebutkan vaksin HPV mencegah kanker anal pada laki-laki dan diduga kuat juga mencegah kanker tenggorokan. Penelitian itu difokuskan pada pria homoseksual dan ditemukan efektif sampai 75 persen mencegah kanker anal.
Sementara itu sebagian dokter berpendapat mengampanyekan vaksin yang berkaitan dengan kaum homoseksual bukanlah strategi yang tepat. Beberapa orangtua bahkan dengan tegas mengatakan tidak ingin melakukan vaksin pada anaknya karena anaknya tidak mungkin menjadi homoseksual.
Kendati demikian dewan komite berkilah bahwa sebagian besar orangtua setuju untuk memberi vaksin pada anak laki-lakinya untuk melindungi remaja perempuan. Survei terhadap 600 dokter anak tahun lalu juga menyebutkan hampir 70 persen dokter keluarga akan merekomendasikan vaksin pada anak laki-laki jika diperlukan.