Sabtu, 14 Januari 2012

Anda Berulang Keguguran, Waspadai Toksoplasmosis

9 Januari 2012
JAKARTA -- Keguguran atau abortus dapat disebabkan oleh berbagai hal,
baik karena penyakit (kelainan) pada ibu maupun kelainan pada janinnya
sendiri. Salah satu penyakit infeksi yang perlu diwaspadai adalah
ToRCH (toksoplasmosis, rubella, citomegalovirus, herpes).
Arti ToRCH sekarang diperluas dengan mengartikan huruf O sebagai
'other disesases' seperti sifilis, infeksi Streptococcus grup B, dan
lainnya. H sekarang diperluas dengann meliputi virus Hepatitis B,
Hepatitis C, HIV, dan Human Papiloma Virus (HPV).
Toksoplasmosis disebabkan oleh suatu infeksi parasit yang bernama
Toksoplasma gondii yang biasanya hidup di dalam binatang herbivora,
karnivora, omnivora, termasuk mamalia dan burung.
Penyakit ini dapat ditularkan oleh binatang peliharaan seperti kucing
dan anjing, serta memakan sayuran, buah dan daging mentah yang
terkontaminasi ookista parasit ini atau secara kongenital melalui
plasenta dari ibu ke janin.
Diperkirakan penularan pada janin terjadi pada setengah kasus infeksi
saat kehamilan yang tidak diobati dengan baik.
Berbagai penelitian menyatakan bahwa seorang wanita dalam kurun
reproduksinya terjangkit toksoplasmosis dapat menghadapi risiko
gangguan daya tahan tubuh yang nantinya akan berpengaruh terhadap
kesuburannya.
Hal ini dikarenakan parasit menyerang tiap sel berinti termasuk sel
gamet menyebabkan timbulnya kegagalan pembuahan atau hancurnya zigot
-cikal bakal janin sehingga inilah yang menyebabkan terjadinya
keguguran berulang.
Dengan demikian, toksoplasmosis bisa menyebabkan abortus, kematian
janin, pertumbuhan janin terhambat, bayi lahir prematur sampai
kematian saat lahir. Bayi yang lahir hidup dapat menderita cacat
bawaan serta mudah menderita serangan kejang serta hambatan dalam
perkembangan mental.
Untuk mengurangi risiko toksoplasmosis dan infeksi lain dari makanan
maka masaklah makanan dalam suhu aman dan sampai daging matang. Daging
sapi, kambing dan domba panggang harus dipanggang diatas suhu 65°c.
Daging babi dan sapi harus dimasak di atas 70°c. Seluruh unggas harus
dimasak di atas suhu 90°c.
Jangan lupa untuk mencuci talenan, piring, peralatan makan dan tangan
dengan air yang cukup panas dan disabuni setelah kontak dengan daging
mentah, unggas, makanan laut, buah-buahan atau sayuran yang belum
dicuci.
Bekukanlah daging selama beberapa hari sebelum memasak untuk
mengurangi kemungkinan infeksi.
Untuk mengurangi risiko toksoplasmosis dari lingkungan sebaiknya
hindari minum air yang belum dimasak, memakai sarung tangan jika
berkebun dan selama kontak dengan tanah atau pasir karena mungkin
terkontaminasi dengan kotoran kucing yang mengandung toksoplasma.
Selain itu, biasakan menjaga kebersihan lingkungan maupun pribadi,
termasuk selalu mencuci tangan sebelum makan.
Dokter menasihati jika Anda hamil atau mempunyai daya tahan rendah
sebaiknya hindari membuang kotoran kucing. Jika tidak ada orang lain
dapat menjalankan tugas, pakailah sarung tangan sekali pakai dan cuci
bersih tangan dengan sabun dan air, jagalah agar kucing tetap berada
di dalam ruangan dan jangan mengambil kucing liar, terutama anak-anak
kucing saat Anda hamil. (koO)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar