Kamis, 29 Desember 2011

Peran Lansia harus Ditingkatkan

Sumber ; BKKBN Pusat, 28 Desember 2011
JAKARTA -- Dewan Pembina Gerakan Nasional Lansia Peduli, Haryono Suyono mengatakan gerakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan peran lansia untuk tetap memberikan sumbangan dalam pembangunan.
Gerakan tersebut tidak hanya untuk para lansia sendiri, namun juga untuk generasi muda, kata mantan Menteri Negara Kependudukan/Kepala BKKBN saat pencanangan pekan lalu di Jkrta.
Gerakan itu, diantaranya membuat sekolah lansia untuk melanjutkan `karier` keduanya. Para lansia dibekali berbagai hal yang menjadi minat yang selama ini belum sempat dipelajarinya.
Selain itu juga menerjunkan para lansia untuk turut berpartisipasi dalam membangun pedesaan melalui pos daya. Selain itu berbagi pengalaamn dan ilmu yang dimiliki para lansia sehingga dapat berkontribusi untuk pembangunan.
Sementara itu, menurut UU No 13/1998 tentang kesejahteraan lanjut usia (Lansia), mereka yang disebut lanjut usia adalah yang telah berumur 60 tahun lebih.
Untuk meningkatkan kesejahteraan para lansia tersebut, telah diterbitkan Peraturan Pemerintah No 43/2004 tentang pelaksanaan upaya peningkatan kesejahteraan lanjut usia.
Dalam peraturan tersebut, upaya peningkatan kesejahteraan meliputi pelayana keagamaan dan mental spiritual, pelayuanan kesehatan, pelayana untuk prasarana umum dan kemudahan dalam penggunaan fasilitas umum.
Selain itu, Pemerintah pada 2004 juga membentuk Komisi Nasional Lanjut Usia. Pembentukan Komnas ini melalui Keputusan Presiden No 52/2004 tentang Komisi Nasional Lanjut Usia.
Komnas Lansia tersebut terdiri atas unsur pemerintah dan masyarakat yang berjumlah paling banyak 25 orang. Berdasarkan Keputusan Presiden No 93/M 2005 tentang keanggotaan komisi nasional lanjut usia, anggota Komnas Lansia diangkat oleh Presiden dan pelaksanaan lebih lanjut dilakukan menteri sosial.
Mensos Salim Segaf Al Jufri menjadi ketua Komnas Lansia periode 2008-2011.
Sementara itu, dalam acara tesebut tampak pula Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh.  (ROH)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar